Senin, 13 Desember 2010

Askep CA rektum


ASUHAN KEPERAWATAN CA REKTUM KEPERAWATAN Asuhan CA rektum

A. A.       Pengertian Pengertian
Kolon ( termasuk rectum ) merupakan tempat keganasan tersering dari saluran cerna. Kolon (termasuk rectum) merupakan keganasan tersering Tempat Dari saluran cerna. Kanker kolon menyerang individu dua kali lebih besar dibandingkan kanker rectal. Kanker kolon menyerang individu doa kali lebih Besar dibandingkan Kanker dubur. Kanker kolon merupakan penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat, baik pada pria maupun wanita ( Cancer Facts and Figures, 1991). Kanker kolon merupakan penyebab SIBOR Dari * Semua Kematian akibat Kanker di amerika Serikat, Baik PADA fuu maupun wanita (Cancer Fakta dan Angka, 1991). Ini adalah penyakit budaya barat. Ini adalah penyakit sector barat. Diperkirakan bahwa 150.000 kasus baru kanker kolorektal didiagnosis di negara ini setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa 150.000 KASUS didiagnosis Kanker Kolorektal Baru di Negara Suami tahunnya terkait masih berlangsung.
Insidensnya meningkat sesuai dengan usia , kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun. Insidensnya meningkat sesuai Artikel Baru Usia, Pasien PADA kebanyakan berusia lebih Yang Dari 55 years. Kanker ini jarang ditemukan di bawah usia 40 tahun, kecuali pada orang dengan riwayat kolitis ulseratif atau poliposis familial. Kanker jarang ditemukan Suami di Bawah Usia 40 years, kecuali PADA Riwayat Artikel Baru Orang kolitis ulseratif atau poliposis kekeluargaan. Kedua kelamin terserang sama seringnya, walaupun kanker kolon lebih sering pada wanita, sedangkan lesi pada rectum lebih sering pada pria. Kedua kelamin terserang sama seringnya, walaupun lebih Kanker kolon PADA Sering wanita, sedangkan lesi PADA lebih rektum Sering PADA Pria.
Distribusi tempat kanker pada bagian–bagian kolon adalah sebagai berikut: Distribusi Tempat Kanker Name of PADA Name of-kolon adalah sebagai berikut:
  1. Asendens : 25 % Asendens: 25%
  2. Transversa : 10 % Transversa: 10%
  3. Desendens : 15 % Desendens: 15%
  4. Sigmoid : 20 % Sigmoid: 20%
  5. Rectum : 30 % Rektum: 30%
Namun pada tahun – tahun terakhir, diketemukan adanya pergeseran mencolok pada distribusinya. Namun PADA tahun - Terakhir years, diketemukan adanya pergeseran mencolok PADA distribusinya. Insidens kanker pada sigmoid & area rectal telah menurun, sedangkan insidens pada kolon asendens dan desendens meningkat. Kanker insidens PADA sigmoid & dubur daerah telah menurun, sedangkan insidens kolon PADA asendens dan meningkat desendens.
Lebih dari 156.000 orang terdiagnosa setiap tahunnya, kira – kira setengah dari jumlah tersebut meninggal setiap tahunnya, meskipun sekitar tiga dari empat pasien dapat diselamatkan dengan diagnosis dini dan tindakan segera. Lebih Dari 156,000 Orang tahunnya terkait masih berlangsung terdiagnosa, kira - kira setengah Aset Dari tahunnya terkait masih berlangsung tersebut meninggal, meskipun sekitar Tiga Dari Empat Pasien dapat diselamatkan Artikel Baru dan Segera diagnosis Dini tindakan. Angka kelangsungan hidup di bawah 5 tahun adalah 40 – 50 %, terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Angka kelangsungan Hidup di Bawah 5 tahun adalah 40 - 50%, terutama KARENA KESAWAN terlambat diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang asimptomatis dalam jangka waktu yang lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada kebiasaan defekasi atau perdarahan rectal. Kebanyakan Orang asimptomatis KESAWAN Jangka julian Yang lama dan Hanya Mencari bantuan Kesehatan Bila mereka menemukan perubahan PADA kebiasaan defekasi atau perdarahan dubur.

B. B.        Etiologi Etiologi
Penyebab nyata dari kanker kolorectal belum diketahui secara pasti, namun faktor resiko & faktor predisposisi telah diidentifikasi. Penyebab Kanker Belum Nyata Dari kolorectal diketahui Secara iuran pasti, namun faktor Resiko & faktor predisposisi telah diidentifikasi. Faktor resiko yang mungkin adalah adanya riwayat kanker payudara dan tumor uterus atau kanker kolon atau polip dalam keluarga ; riwayat penyakit usus inflamasi kronis. Faktor Resiko Yang mungkin adalah adanya Riwayat Kanker payudara dan tumor rahim atau Kanker kolon atau polip Keluarga KESAWAN; Riwayat penyakit usus inflamasi kronis.
  1. Faktor predisposisi yang penting adalah adanya hubungan dengan kebiasaan makan, karena kanker kolorektal ( seperti juga divertikulosis ) adalah sekitar 10 kali lebih banyak pada penduduk di dunia barat, yang mengkonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung karbohidrat refined dan rendah serat kasar, dibandingkan penduduk primitive ( Afrika ) dengan diet kaya serat kasar. Faktor predisposisi adalah adanya Yang parts sales Artikel Baru kebiasaan makan, KARENA Kanker Kolorektal (Pembongkaran Juga divertikulosis) adalah sekitar 10 kali lebih BANYAK PADA penduduk di Dunia barat, Yang food BANYAK mengkonsumsi lebih Yang Kasar karbohidrat dan mengandung serat halus rendah, dibandingkan penduduk primitif (Afrika ) Artikel Baru diet kaya serat Kasar. Burkitt ( 1971 ) mengemukakan bahwa diet rendah serat, tinggi karbohidarat refined mengakibatkan perubahan pada flora feses dan perubahan degradasi garam – garam empedu atau hasil pemecahan protein & lemak, dimana sebagian dari zat – zat ini bersifat karsinogenik. Burkitt (1971) mengemukakan bahwa diet serat rendah, Tinggi karbohidarat flora mengakibatkan perubahan PADA halus feses perubahan degradasi dan garam - garam empedu atau pemecahan protein Hasil & Lemak, Dimana sebagian Dari zat - zat karsinogenik Suami pajaknya. Diet rendah serat juga menyebabkan pemekatan zat yang berpotensi karsinogenik ini dalam feses yang bervolume lebih kecil. Diet rendah serat Juga menyebabkan pemekatan zat Yang berpotensi karsinogenik Suami Yang Kecil KESAWAN feses lebih bervolume. Selain itu, Selain ITU, massa massa transisi feses meningkat, akibatnya kontak zat yang berpotensi karsinogenik dengan mukosa usus bertambah lama. transisi feses meningkat, akibatnya Kontak zat Yang berpotensi karsinogenik Artikel Baru mukosa usus bertambah lama.
Kanker kolon dan rektum terutama ( 95 % ) adenokarsinoma ( muncul dari lapisan epitel usus ). Kanker kolon dan rektum terutama (95%) Adenokarsinoma (muncul Dari lapisan epitel usus). Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan normal serta meluas ke dalam sturktur sekitarnya. Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi Gana datang dan menyusup Serta merusak Jaringan meluas normal Serta Sekitarnya sturktur ke KESAWAN. Sel kanker dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke bagian tubuh yang lain (paling sering ke hati). Sel Kanker dapat terlepas Name of Dari tumor primer dan menyebar ke tubuh Yang lain (pagar Sering ke hati).
Kanker kolorektal dapat menyebar melalui beberapa cara yaitu : Kanker Kolorektal dapat menyebar Canada beberapa cara yaitu:
1. 1.       Secara infiltratif langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung kemih. Secara infiltratif Langsung ke ring Yang berdekatan, KESAWAN ke kandung kemih Pembongkaran.
2. 2.       Melalui pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon Canada pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon
3. 3.       Melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirakan darah ke system portal. Canada Aliran Darah, biasanya ke hati KARENA kolon mengalirakan Darah ke sistem portal.
4. 4.       Penyebaran secara transperitoneal Penyebaran Secara transperitoneal
5. 5.       Penyebaran ke luka jahitan, insisi abdomen atau lokasi drain. Penyebaran ke Jahitan luka, insisi perut atau saluran Lokasi.
Pertumbuhan kanker menghasilkan efek sekunder, meliputi penyumbatan lumen usus dengan obstruksi dan ulserasi pada dinding usus serta perdarahan. Pertumbuhan Kanker menghasilkan Efek sekunder, meliputi penyumbatan lumen usus Artikel Baru obstruksi dan ulserasi PADA Dinding usus Serta perdarahan. Penetrasi kanker dapat menyebabkan perforasi dan abses, serta timbulnya metastase pada jaringan lain. Penetrasi Kanker dapat menyebabkan perforasi dan abses, Serta timbulnya metastase PADA Jaringan lain. Prognosis relative baik bila lesi terbatas pada mukosa dan submukosa pada saat reseksi dilakukan, dan jauh lebih jelek bila telah terjadi metastase ke kelenjar limfe. Prognosis relatif Baik Bila lesi Terbatas PADA mukosa dan submukosa PADA Saat reseksi dilakukan, dan JAUH lebih jelek Bila telah terjadi metastase ke kelenjar limfe. Dengan menggunakan metode Dukes, kanker kolorektal digolongkan berdasarkan metastasenya : Artikel Baru menggunakan metode Dukes, Kanker Kolorektal metastasenya digolongkan berdasarkan:
§ §   Stadium A : tumor dibatasi pada mukosa dan submukosa saja Stadium A: tumor dibatasi PADA mukosa dan submukosa Saja
§ §   Stadium B : kanker yang sudah menembus usus ke jaringan di luar rectal tanpa keterlibatan nodus limfe. Stadion B: Kanker Yang Sudah menembus usus ke Jaringan di Luar dubur Tanpa keterlibatan limfe sinotrialis.
§ §   Stadium C : invasi ke dalam system limfe yang mengalir regional Stadium C: invasi ke sistem limfe KESAWAN Mengalir Yang regional
§ §   Stadium D : metastase regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas & tidak dapat dioperasi lagi.a. Stadion D: Tahap Lanjut Penyebaran metastase regional dan Yang Luas & regular tidak dapat dioperasi lagi.a. Fraktur tertutup (closed), bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar. Fraktur tertutup (tertutup), Bila regular tidak terdapat sales ANTARA fragmen Tulang Artikel Baru Dunia Luar.
  1. Fraktur terbuka (open/compound), bila terdapat hubungan antara fragemen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukan di kulit, fraktur terbuka dibagi menjadi tiga derajat, yaitu : Fraktur Terbuka (terbuka / senyawa), Bila terdapat fragemen ANTARA sales Tulang Artikel Baru Dunia Luar KARENA adanya perlukan di kulit, fraktur dibagi menjadi Tiga Terbuka derajat, yaitu:
1. 1.       Derajat I Derajat Saya
§ §   Luka kurang dari 1 cm Luka Kurang Dari 1 cm
§ §   Kerusakan jaringan lunak sedikit tidak ada tanda luka remuk Kerusakan Jaringan lunak sedikit regular tidak ADA tanda luka Remuk
§ §   Fraktur sederhana, tranversal, obliq atau kumulatif ringan. Fraktur Sederhana, tranversal, Ringan obliq atau kumulatif.
§ §   Kontaminasi ringan Kontaminasi Ringan
2. 2.       Derajat II Derajat II
§ §   Laserasi lebih dari 1 cm Laserasi lebih Dari 1 cm
§ §   Kerusakan jaringan lunak, tidak luas, avulse Kerusakan Jaringan lunak, Luas regular tidak, avulse
§ §   Fraktur komuniti sedang. Fraktur sedang Komuniti.
3. 3.       Derajat III Derajat III
§ §   Terjadi kerusakan jaringan lunak yang luas meliputi struktur kulit, otot dan neurovaskuler serta kontaminasi derajat tinggi. Terjadi kerusakan lunak Jaringan Yang Luas meliputi kulit ring, Serta dan muscle neurovaskuler Tinggi derajat kontaminasi.
  1. Fraktur complete Fraktur lengkap
§ §   Patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergerseran (bergeser dari posisi normal). Garis PADA seluruh Patah Tulang Tengah dan biasanya mengalami pergerseran (bergeser Dari Posisi normal).
  1. Fraktur incomplete Fraktur tidak lengkap
§ §   Patah hanya terjadi pada sebagian dari garis tengah tulang. Patah Hanya terjadi PADA sebagian Dari Tulang Garis Tengah.
Jenis khusus fraktur Khusus jenis dan fraktur
a) a)       Bentuk garis patah Bentuk Garis patah
1. 1.       Garis patah melintang Garis patah Melintang
2. 2.       Garis pata obliq Garis pata obliq
3. 3.       Garis patah spiral Garis patah spiral
4. 4.       Fraktur kompresi Fraktur kompresi
5. 5.       Fraktur avulse Fraktur avulse
b) b)       Jumlah garis patah Jumlah Garis patah
1. 1.       Fraktur komunitif garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan. Fraktur komunitif Garis patah lebih Dari Satu saling berhubungan dan.
2. 2.       Fraktur segmental garis patah lebih dari satu tetapi saling berhubungan Fraktur segmental Garis patah lebih Dari Satu tetapi saling berhubungan
3. 3.       Fraktur multiple garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang yang berlainan. Garis Fraktur beberapa patah Satu Dari lebih tetapi PADA berlainan Yang Tulang.
c) c)       Bergeser-tidak bergeser Bergeser-regular tidak bergeser
  1. Fraktur tidak bergeser garis patali kompli tetapi kedua fragmen tidak bergeser. Fraktur regular tidak bergeser Garis Patali kompli tetapi kedua fragmen regular tidak bergeser.
  2. Fraktur bergeser, terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur yang juga disebut di lokasi fragmen (Smeltzer, 2001:2357). Fraktur bergeser, terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur Yang Juga disebut di Lokasi fragmen (Smeltzer, 2001:2357).


C. C.       Patofisiologi Patofisiologi
Kanker kolon dan rektum terutama ( 95 % ) adenokarsinoma ( muncul dari lapisan epitel usus ). Kanker kolon dan rektum terutama (95%) Adenokarsinoma (muncul Dari lapisan epitel usus). Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan normal serta meluas ke dalam sturktur sekitarnya. Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi Gana datang dan menyusup Serta merusak Jaringan meluas normal Serta Sekitarnya sturktur ke KESAWAN. Sel kanker dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke bagian tubuh yang lain (paling sering ke hati ). Sel Kanker dapat terlepas Name of Dari tumor primer dan menyebar ke tubuh Yang lain (pagar Sering ke hati).
Kanker kolorektal dapat menyebar melalui beberapa cara yaitu : Kanker Kolorektal dapat menyebar Canada beberapa cara yaitu:
  1. Secara infiltratif langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung kemih. Secara infiltratif Langsung ke ring Yang berdekatan, KESAWAN ke kandung kemih Pembongkaran.
  2. Melalui pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon Canada pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon
  3. Melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirakan darah ke system portal. Canada Aliran Darah, biasanya ke hati KARENA kolon mengalirakan Darah ke sistem portal.
  4. Penyebaran secara transperitoneal Penyebaran Secara transperitoneal
  5. Penyebaran ke luka jahitan, insisi abdomen atau lokasi drain. Penyebaran ke Jahitan luka, insisi perut atau saluran Lokasi.
Pertumbuhan kanker menghasilkan efek sekunder, meliputi penyumbatan lumen usus dengan obstruksi dan ulserasi pada dinding usus serta perdarahan. Pertumbuhan Kanker menghasilkan Efek sekunder, meliputi penyumbatan lumen usus Artikel Baru obstruksi dan ulserasi PADA Dinding usus Serta perdarahan. Penetrasi kanker dapat menyebabkan perforasi dan abses, serta timbulnya metastase pada jaringan lain. Penetrasi Kanker dapat menyebabkan perforasi dan abses, Serta timbulnya metastase PADA Jaringan lain. Prognosis relative baik bila lesi terbatas pada mukosa dan submukosa pada saat reseksi dilakukan, dan jauh lebih jelek bila telah terjadi metastase ke kelenjar limfe. Prognosis relatif Baik Bila lesi Terbatas PADA mukosa dan submukosa PADA Saat reseksi dilakukan, dan JAUH lebih jelek Bila telah terjadi metastase ke kelenjar limfe. Dengan menggunakan metode Dukes, kanker kolorektal digolongkan berdasarkan metastasenya : Artikel Baru menggunakan metode Dukes, Kanker Kolorektal metastasenya digolongkan berdasarkan:
§ §   Stadium A : tumor dibatasi pada mukosa dan submukosa saja Stadium A: tumor dibatasi PADA mukosa dan submukosa Saja
§ §   Stadium B : kanker yang sudah menembus usus ke jaringan di luar rectal tanpa keterlibatan nodus limfe. Stadion B: Kanker Yang Sudah menembus usus ke Jaringan di Luar dubur Tanpa keterlibatan limfe sinotrialis.
§ §   Stadium C : invasi ke dalam system limfe yang mengalir regional Stadium C: invasi ke sistem limfe KESAWAN Mengalir Yang regional
§ §   Stadium D : metastase regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas & tidak dapat dioperasi lagi. Stadium D: metastase regional Lanjut dan Tahap Penyebaran Luas Yang & regular tidak dapat dioperasi Lagi.

D. D.       Manifestasi Klinis Manifestasi klinis
Gejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit, dan fungsi segmen usus tempat kanker berlokasi. Gejala Sangat ditentukan Lokasi Dibuat Kanker, Tahap penyakit, dan fungsi segmen Kanker usus Tempat berlokasi. Adanya perubahan dalam defekasi, darah pada feses, konstipasi, perubahan dalam penampilan feses, tenesmus, anemia dan perdarahan rectal merupakan keluhan yang umum terjadi. Adanya perubahan defekasi KESAWAN, feses PADA Darah, Konstipasi, penampilan feses KESAWAN perubahan, tenesmus, anemia dan perdarahan rectal merupakan keluhan Yang terjadi Umum.
Kanker kolon kanan, dimana isi kolon berupa caiaran, cenderung tetap tersamar hingga stadium lanjut. Kanan Kanker kolon, Dimana isi kolon Berupa caiaran, cenderung Tetap tersamar hingga stadium Lanjut. Sedikit kecenderungan menimbulkan obstruksi, karena lumen usus lebih besar dan feses masih encer. Sedikit kecenderungan menimbulkan obstruksi, KARENA lumen usus dan feses lebih Encer Besar Masih. Anemia akibat perdarahan sering terjadi, dan darah bersifat samara dan hanya dapat dideteksi dengan tes Guaiak ( suatu tes sederhana yang dapat dilakukan di klinik ). Anemia akibat perdarahan Sering terjadi, pajaknya dan Darah Samara dan Hanya dapat dideteksi Artikel Baru tes Guaiak (suatu tes Sederhana Yang dapat dilakukan di klinik). Mucus jarang terlihat, karena tercampur dalam feses. Lendir jarang terlihat, KARENA KESAWAN feses tercampur. Pada orang yang kurus, tumor kolon kanan mungkin dapat teraba, tetapi jarang pada stadium awal. PADA Orang Kurus yang, tumor kolon Kanan mungkin dapat teraba, tetapi jarang PADA akhir stadion. Penderita mungkin mengalami perasaan tidak enak pada abdomen, dan kadang – kadang pada epigastrium. Penderita mungkin mengalami perasaan PADA regular tidak enak perut, dan kadang - kadang PADA epigastrium.
Kanker kolon kiri dan rectum cenderung menyebabkan perubahan defekasi sebagai akibat iritasi dan respon refleks. Kanker kolon dan rektum Kiri, cenderung menyebabkan perubahan defekasi sebagai akibat iritasi dan respon refleks. Diare, nyeri kejang, dan kembung sering terjadi. Diare, Nyeri kejang, dan kembung Sering terjadi. Karena lesi kolon kiri cenderung melingkar, sering timbul gangguan obstruksi. KARENA lesi kolon Kiri, cenderung melingkar, Sering Timbul gangguan obstruksi. Feses dapat kecil dan berbentuk seperti pita. Feses dapat Kecil dan Pembongkaran berbentuk pita. Baik mucus maupun darah segar sering terlihat pada feses. Baik maupun lendir Darah segar Sering PADA feses terlihat. Dapat terjadi anemia akibat kehilangan darah kronik. Dapat terjadi anemia akibat kehilangan Darah kronik. Pertumbuhan pada sigmoid atau rectum dapat mengenai radiks saraf, pembuluh limfe atau vena, menimbulkan gejala – gejala pada tungakai atau perineum. PADA Pertumbuhan sigmoid atau rektum dapat mengenai radiks Saraf, pembuluh limfe atau vena, menimbulkan gejala - gejala PADA tungakai perineum atau. Hemoroid, nyeri pinggang bagian bawah, keinginan defekasi atau sering berkemih dapat timbul sebagai akibat tekanan pada alat – alat tersebut. Hemoroid, Name of Bawah Nyeri pinggang, atau keinginan defekasi Sering berkemih dapat Timbul sebagai akibat tekanan PADA alat - alat tersebut. Gejala yang mungkin dapat timbul pada lesi rectal adalah evakuasi feses yang tidak lengkap setelah defekasi, konstipasi dan diare bergantian, serta feses berdarah. Gejala Yang mungkin dapat Timbul PADA lesi dubur evakuasi feses feses adalah Yang Lengkap regular tidak Penghasilan kena pajak defekasi diare, dan bergantian Konstipasi Serta berdarah,.


E. E.        Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Diagnostik
The American Cancer Society merekomendasikan pemeriksaan rectal manual setiap tahun bagi orang dengan usia di atas 40 tahun, sample feses untuk menilai adanya darah setiap tahun setelah usia 50 tahun dan proktosigmoidoskopi setiap 3 – 5 tahun setelah usia 50 tahun, yang mengikuti pemeriksaan dengan dua kali hasil negative setiap tahunnya. The American Cancer Society merekomendasikan pemeriksaan rectal manual BAGI years terkait masih berlangsung Orang Artikel Baru Usia di Atas 40 years, sampel feses untuk menilai adanya Darah years Penghasilan kena pajak terkait masih berlangsung Usia 50 years dan proktosigmoidoskopi terkait masih berlangsung 3 - 5 years Usia Penghasilan kena pajak 50 years, Yang mengikuti pemeriksaan Artikel Baru kali berdoa Hasil negatif terkait masih berlangsung tahunnya. Rekomendasi ini adalah untuk orang – orang yang asimtomatik, dan evaluasi lebih sering pada individu yang diketahui mempunyai factor – factor resiko yang lebih tinggi. Rekomendasi Suami adalah untuk orang - asimtomatik Yang Orang, lebih Evaluasi dan individu Yang Sering PADA diketahui mempunyai faktor - faktor Resiko Yang lebih Tinggi. Sebanyak 60 % dari kasus kanker kolorektal dapat diidentifikasi dengan sigmoidoskopi. Sebanyak 60% Dari KASUS Kanker Kolorektal dapat diidentifikasi Artikel Baru sigmoidoskopi.

F. F.        Penatalaksanaan Medis Penatalaksanaan Medis
Pembedahan merupakan tindakan primer pada kira – kira 75 % pasien dengan kanker kolorektal. Pembedahan merupakan tindakan primer PADA kira - kira 75 Pasien Artikel Baru Kanker Kolorektal%. Pembedahan dapat bersifat kuratif atau palliative. Pembedahan dapat pajaknya kuratif atau paliatif. Kanker yang terbatas pada satu sisi dapat diangkat dengan kolonoskop. Kanker Yang Terbatas PADA kolonoskop Satu Sisi Artikel Baru dapat diangkat. Kolostomi laparoskopik dengan polipektomi, suatu prosedur yang baru dikembangkan untuk meminimalkan luasnya pembedahan pada beberapa kasus. Kolostomi laparoskopik Artikel Baru polipektomi, suatu Prosedur Yang Baru dikembangkan untuk meminimalkan luasnya pembedahan beberapa PADA KASUS. Laparoskop digunakan sebagai pedoman dalam membuat keputusan di kolon ; Laparoskop perlengkapan sebagai Pedoman KESAWAN Membuat keputusan di kolon; massa massa tumor kemudian dieksisi. tumor kemudian dieksisi. Reseksi usus diindikasikan untuk kebanyakan lesi Kelas A dan semua Kelas B serta lesi C. pembedahan kadang dianjurkan untuk mengatasi kanker kolon D. tujuan pembedahan dalam situasi ini adalah palliative. Reseksi usus diindikasikan untuk kebanyakan lesi Kelas A * Semua Kelas B dan C. Serta lesi pembedahan kadang dianjurkan untuk mengatasi Kanker kolon D. Composition Komposisi KESAWAN pembedahan paliatif adalah Suami; batasan. Apabila tumor telah menyebar dan mencakup struktur vital sekitarnya, maka operasi tidak dapat dilakukan. Apabila tumor telah menyebar dan mencakup ring Sekitarnya vital, Maka Aktiva lain regular tidak dapat dilakukan.
Tipe pembedahan tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Tipe pembedahan tergantung PADA Lokasi dan ukuran tumor. Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut ( Doughty & Jackson, 1993 ) : Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut (Doughty & Jackson, 1993):
  • Reseksi segmental dengan anastomosis Anastomosis Reseksi segmental Artikel Baru
  • Reseksi abdominoperineal dengan kolostomi sigmoid permanent Reseksi kolostomi sigmoid permanen abdominoperineal Artikel Baru
  • Kolostomi sementara diikuti dengan reseksi segmental dan anastomosis lanjut dari kolostomi Kolostomi & e diikuti Artikel Baru reseksi segmental dan anastomosis Lanjut Dari kolostomi
  • Kolostomi permanent atau ileostomi. Kolostomi ileostomi atau permanen.
Berkenaan dengan teknik perbaikan melalui pembedahan, kolostomi dilakukan pada kuarang dari sepertiga pasien kanker kolorektal. Berkenaan Artikel Baru Teknik perbaikan Canada pembedahan, kolostomi dilakukan PADA kuarang Dari sepertiga Pasien Kanker Kolorektal. Kolostomi adalah pembuatan lubang (stoma) pada kolon secara bedah. Kolostomi adalah pembuatan lubang (stoma) PADA Secara Bedah kolon. Stoma ini dapat berfungsi sebagai diversi sementara atau permanent. Suami stoma dapat berfungsi sebagai diversi & e atau permanen. Ini memungkinkan drainase atau evakuasi isi kolon keluar tubuh. Ini memungkinkan drainase atau evakuasi isi tubuh Keluar kolon. Konsistensi drainase dihubungkan dengan penempatan kolostomi, yang ditentukan oleh lokasi tumor dan luasnya invasi pada jaringan sekitar. Konsistensi drainase dihubungkan Artikel Baru Bank Permata Tbk kolostomi, Yang Dibuat Lokasi ditentukan tumor dan luasnya invasi Jaringan sekitar PADA.
Pengobatan medis untuk kanker kolorektal paling sering dalam bentuk pendukung atau terapi ajufan. Pengobatan Medis untuk Kanker Kolorektal pagar Sering Bentuk KESAWAN pendukung ajufan Terapi atau. Terapi ajufan biasanya diberikan selain pengobatan bedah. Terapi ajufan biasanya diberikan selain pengobatan Bedah. Pilihan mencakup kemoterapi, terapi radiasi dan atau imunoterapi. Pilihan mencakup kemoterapi, Terapi radiasi dan imunoterapi atau.
Terapi ajufan standar yang diberikan untuk pasien dengan kanker kolon kelas C adalah program 5-FU/Levamesole. Terapi ajufan standar Yang diberikan untuk Pasien Kanker kolon Artikel Baru kelas C adalah program 5-FU/Levamesole. Pasien dengan kanker rectal Kelas B dan C diberikan 5-FU dan metil CCNU dan dosis tinggi radiasi pelvis. Artikel Baru Pasien Kanker dubur Kelas B dan C diberikan 5-FU dan metil CCNU dan dosis radiasi Tinggi panggul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar